Arti Qadarullah

Gurupandai – Bagi umat muslim, menjaga lisan adalah sebuah keharusan. Anda mungkin pernah tahu tentang ungkapan “berkatalah yang baik, atau diam”, hal tersebut menunjukkan bahwa setiap yang keluar dari lisan, alangkah baiknya jika perkataan tersebut mengandung makna atau kebaikan di dalamnya.

Termasuk saat merespon sebuah situasi ataupun menjawab pertanyaan. Kita bisa melibatkan Allah dalam segala tindakan dan ucapan yang dilakukan. Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan qadarullah? Kata tersebut merupakan salah satu ungkapan yang dikatakan seorang Muslim.  Apa sebetulnya arti qadarullah itu, dan kapan kita bisa mengucapkannya?

Arti Qadarullah

Arti-Qadarullah

Qadarullah (قَدَرُ اللَّهِ), terdiri dari dua kata, yaitu:

  • Qadar (قَدَرَ), yang artinya takdir, kuasa, atau kehendak
  • Allah (الله), yaitu satu-satunya Tuhan yang wajib diibadahi

Secara Bahasa, qadarullah memiliki pengertian yaitu hukum, perintah, kehendak atau ketetapan dari Allah SWT. Sedangkan secara istilah, diambil dari kata “qada” yaitu ketetapan dari Allah terhadap segala sesuatu yang dikehendaki-Nya yang terjadi pada ummatNya.

Baca Juga : Fii Amanillah Artinya dan Penjelasannya

Dapat disimpulkan bahwa arti qadarullah itu ialah segala ketetapan atau takdir dari Allah kepada hambanya. Kalimatnya yang lebih lengkap berbunyi: Qadarullah Wama Sya’a Fa’al (قدر الله وما شاء فعل), yang artinya “Ini adalah takdir Allāh, dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.”

Seperti dikatakan dalam sebuah Hadist Rasulullah:

Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ

وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا ‏.‏

وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

Artinya: “Seorang Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah, dan ada yang baik dalam diri setiap orang. Hendaklah engkau bersemangat terhadap apa yang bermanfaat (untuk akhirat) bagimu, mohon lah pertolongan kepada Allah, dan janganlah lemah, dan jika sesuatu (kesulitan) datang kepadamu, maka janganlah engkau mengatakan: “Jika (seandainya) aku melakukan, niscaya terjadi begini dan begitu.” Tetapi katakan lah, “Qadarullah (Ini adalah takdir Allah), dan apa yang Dia kehendaki, Dia lakukan.” Sesungguhnya, kata ‘jika (seandainya)’ akan membuka (pintu) untuk syaitan (akan membuka perbuatan syaitan).” –Muslim nomor 2664 (كتاب القدر)

Makna Qadarullah

Makna-Qadarullah

Setelah melihat arti qadarullah, kita sudah lebih paham mengenai kata tersebut, karena berkaitan pula dengan rukun iman, yaitu iman kepada qada dan qadar, namun qadarullah memiliki makna yang lebih luas, seperti:

  • Pengingat untuk manusia bahwa segala yang terjadi sudah ditetapkan Allah
  • Segala yang terjadi pada manusia, termasuk cobaan tidak akan Allah bebankan di luar batas kemampuan hambaNya
  • Dapat meredakan atau mengelola emosi ketika tertimpa kejadian yang tidak diinginkan
  • Tawakal (menyerahkan segala urusan kepada Allah, setelah melakukan serangkaian usaha atau ikhtiar)
  • Menghindarkan manusia dari sifat mudah menyerah dan putus asa
  • Terhindar dari sifat sombong, karena apapun yang terjadi adalah atas kehendakNya
  • Terciptanya ketenangan dalam hati, karena merasa lebih dekat pada Allah 
  • Khusnudzon atau menumbuhkan prasangka baik kepada Allah SWT
  • Memiliki kesadaran diri, bahwa kita sebagai hamba hanyalah kecil, dan tidak ada apa-apanya tanpa adanya Allah

Pengucapan Qadarullah

Pengucapan-Qadarullah

Kapan sekiranya kata qadarullah itu bisa diucapkan? Kata tersebut bisa diucapkan setelah terjadi sesuatu yang merupakan takdir atau ketetapan Allah, seperti misalnya ketika kita gagal diterima pada Universitas yang diinginkan padahal telah belajar dengan sungguh-sungguh sebelumnya. Setelah menguapkan qadarullah, yakinilah dalam hati bahwa Allah akan segera menggantinya dengan keadaan yang lebih baik.

Pun ketika kita mendapat rezeki yang tak disangka-sangka. Selain alhamdulillah sebagai ucapan syukur, katakan lah pula qadarullah. Karena segala apa yang datang, berasal dari Allah dan kita hanya menerima titipan.

Baca Juga : Tulisan Arab dan Artinya

Terkadang memang sulit untuk menerima keadaan yang mengecewakan, namun qadarullah bisa menghindari kita dari rasa kecewa dan sedih yang berlebihan pun bahagia yang dapat menimbulkan kesombongan, Karena Allah membenci hal yang sifatnya berlebihan. Juga segala apapun yang terjadi pada manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT dan kita harus bisa menerimanya.

Sehingga, dengan mengucapkan kata tersebut, kita bisa menahan diri dari berbagai ucapan yang tidak perlu seperti “kalaupun” , “seandainya”, dan ucapan penyesalan lainnya. Katakanlah qadarullah, maka hati akan lebih tenang dan terhindar dari rasa marah kepada Allah.

Biasakanlah untuk selalu menyertakan Allah pada kehidupan sehari-hari, termasuk kata qadarullah ini, sebagai bentuk pengakuan dan penerimaan atas takdir yang ditetapkan Allah. Dengan senantiasa mengingat Allah, maka kita bisa terhindar hari hal-hal yang buruk.

Qadarullah dalam Kehidupan Sehari-Hari

Qadarullah-dalam-Kehidupan-Sehari-Hari

Setiap hari, kita menjalani kehidupan dengan melakukan berbagai aktivitas. Kegiatan-kegiatan tersebut ada yang membawa kita pada kondisi baik, ada pula yang menempatkan kita pada keadaan yang buruk. 

Senang, susah, jatuh, bangun, hingga hidup dan mati, segalanya telah ditetapkan oleh Allah SWT. Namun, jika kita membahas tentang takdir atau ketetapan Allah, ada yang memang sudah ditentukan Allah dan tidak dapat diubah, seperti halnya kematian, ada pula yang bersamaan dengan dilakukannya usaha, seperti halnya sebuah pencapaian.

Takdir

Begitupun dengan kejadian buruk yang menimpa kita, musibah misalnya. Hal tersebut memang ditakdirkan oleh Allah sebagai bentuk kasih sayang kepada kita sebagai hambanya. Namun, jika kita berbuat keburukan, itu berarti bukan Allah yang menentukan, melainkan diri kita sendiri. Atau kegagalan yang dialami, bisa jadi karena akibat dari kemalasan kita.

Untuk itu, walau sering dikaitkan, takdir dan qadarullah memiliki penegasannya tersendiri. Qadarullah adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah, sebelum adanya kehidupan seseorang. Kelahiran, kematian, bahkan kiamat adalah salah satu contohnya.

Takdir adalah sesuatu yang dijalankan, namun kita bisa memilih ke arah mana kita akan menuju. Pada kebaikan kah? Atau bahkan pada keburukan? Setelah kita menentukan pilihan itu, Allah akan menetapkan lagi sesuatu yang bersifat mutlak seperti qadarullah tadi.

Untuk itu, pentingnya pemahaman pada diri kita untuk senantiasa berbuat baik dan berprasangka baik pula pada Allah, namun jika ternyata sesuatu buruk terjadi menimpa kita, ingatlah bahwa Allah telah menyiapkan sesuatu yang baik dibalik semua ini. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi:

وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya:

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Arti qadarullah adalah segala ketetapan dan kehendak yang telah Allah tentukan pada hamba-Nya. Dengan mengucapkan kata ini, kita akan lebih menyedari kebesaran Allah, ridho akan ketetapan dan kuasanya, terhindar dari keangkuhan dan senantiasa tawakal dalam menjalani kehidupan.

Artikel Lainnya :