Besaran dan Pengukuran

Untuk membandingkan besaran dan pengukuran antara satu benda dengan benda lainnya tentu membutuhkan satuan pembanding yang sama dan diakui secara luas. Misalnya saja untuk menyampaikan ukuran besaran panjang meja di satu kelas dan dibandingkan dengan kelas lain menggunakan satuan cm. Selain cm, manusia juga mengenal satuan hasta dan jengkal.

Hanya saja, satuan jengkal dan hasta sekarang dianggap sudah tidak relevan lagi sebagai salah satu satuan dalam besaran dan pengukuran. Oleh sebab itu satuan jengkal serta hasta sering disebut sebagai satuan tidak baku dan tidak bisa digunakan sebagai data ilmiah.

Pengertian Satuan, Besaran dan Pengukuran

Besaran merupakan semua hal yang bisa diukur serta hasil pengukuran tersebut dinyatakan dalam bentuk angka dan memiliki satuan di belakangnya.

Sementara pengertian satuan merupakan segala hal yang digunakan untuk pembanding serta untuk menyatakan hasil dari pengukuran.

Nilai besaran bisa diperoleh melalui pengamatan, percobaan serta pengukuran.

Pengukuran sendiri adalah suatu aktivitas untuk membandingkan nilai suatu besaran yang diperoleh dari mengukur menggunakan alat ukur yang berfungsi sebagai satuan.

Kegiatan pengukuran sangat banyak jenisnya seperti pengukuran panjang, lebar, volume, massa dan sebagainya. Sebagai contoh adalah aktivitas untuk mengukur  panjang meja dengan kursi.

Aktivitas pengukuran panjang meja dengan kursi ini maksudnya adalah panjang meja dibandingkan dengan panjang kursi. Satuan yang digunakan dalam pengukuran ini yakni panjang kursi.

Baca Juga : R Tabel Spss

Sementara yang diukur adalah panjang meja yang kemudian dinyatakan dalam bentuk besaran diikuti satuan, seperti panjang meja 2 kali panjang kursi.

Dalam contoh ini, satuan yang digunakan sebagai pembanding yakni panjang kursi merupakan satuan yang tidak baku. Pasalnya, ukuran kursi antara satu orang dan orang lainnya akan berbeda – beda. Sementara satuan yang baku adalah satuan yang memiliki nilai yang sama di semua tempat untuk semua orang.

Jenis – Jenis Besaran

1. Besaran Pokok

Besaran-Pokok

Sistem Internasional atau disingkat SI telah menetapkan 9 besaran pokok yang diakui secara internasional sejak tahun 1971. Maksud dari besaran pokok yakni besaran dasar yang diperoleh dari sistem pengukuran paling dasar. Daftar 9 besaran pokok tersebut dapat dilihat di bawah ini:

  • Panjang (L) memiliki satuan internasional meter dengan simbol m
  • Massa (m) mempunyai satuan internasional kilogram dengan simbol satuan kg
  • Waktu (t) menggunakan satuan sekon (detik) dengan simbol satuan s
  • Kuat arus listrik (i) menggunakan satuan internasional Ampere dengan simbol satuan A
  • Suhu (T) dalam satuan Kelvin menggunakan simbol satuan K
  • Intensitas cahaya (J) dalam satuan Candela dengan simbol satuan cd
  • Jumlah zat (N) memiliki nama satuan mole dengan simbol satuan mol
  • Sudut bidang datar (θ) memiliki nama satuan radian dengan simbol satuan Rad
  • Sudut ruang (ϕ) memiliki nama satuan steradian dengan simbol satuan Sr

2. Besaran Turunan

Besaran-Turunan

Selain dikenal besaran pokok, dalam sistem fisika juga dikenal dengan besaran turunan yang diperoleh dengan menurunkan satu maupun lebih dari besaran pokok.

Untuk satuan dari besaran turunan diperoleh berdasarkan satuan yang ada pada besaran pokok tersebut. Ada banyak besaran turunan, namun tujuh besaran turunan berikut adalah yang paling sering ditemukan.

  • Kecepatan (v) memiliki nama satuan SI meter/sekon dengan simbol satuan (m/s)
  • Percepatan (a) maka nama satuan SI adalah meter/sekon2 dengan simbol satuan (m/s2)
  • Massa jenis (𝜌) dengan nama satuan internasional (SI) kilogram/meter3 dengan simbol satuan (kg/m3)
  • Energi (E) dengan nama satuan SI adalah Joule dengan simbol (J)
  • Tekanan (p) nama satuannya Pascal dengan simbol satuan (Pa)
  • Daya (P) nama satuannya Watt dengan simbol satuan (W)
  • Luas (A) nama satuannya meter2 dengan simbol satuan (m2)

Mengapa Ada Satuan Internasional dalam Pengukuran?

Mengapa-Ada-Satuan-Internasional-dalam-Pengukurann-besaran

Dalam menetapkan suatu ukuran sebagai satuan internasional, ada beberapa syarat yang ditetapkan yakni satuan tersebut haruslah bersifat global sehingga bisa digunakan dan diaplikasikan di semua negara di seluruh dunia. Syarat selanjutnya adalah satuan tersebut haruslah mudah untuk ditiru oleh orang lain yang ingin mengaplikasikannya.

Satuan internasional harus bersifat tetap yakni tidak akan berubah nilainya oleh faktor apapun seperti faktor gravitasi, tekanan, suhu dan sebagainya. Alasan ditetapkannya sistem internasional adalah mengingat pada masa lampau orang menggunakan satuan yang tidak standar dan berbeda–beda seperti hasta, langkah, jengkal dan juga depa.

Pengukuran menggunakan satuan pembanding ini tidaklah valid karena standar jengkal orang akan berbeda-beda. Oleh sebab itu penetapan satuan internasional tersebut adalah hasil dari pertimbangan dan analisa yang mendalam agar didapat hasil yang standar di semua tempat di seluruh dunia.

Besaran dan Pengukuran dalam Satuan Internasional (SI)

1. Satuan Panjang

Satuan-Panjang-besaran-dan-pengukuran

Dalam satuan internasional, panjang memiliki satuan meter. Penetapan nilai dari satu meter itu sendiri telah mengalami beberapa kali perombakan seiring waktu. Pada awalnya satu meter didefinisikan sebagai panjang 1/10 juta jarak dari kutub utara menuju khatulistiwa melewati Paris. Selanjutnya satu meter didefinisikan sebagai jarak antara dua buah goresan batang Platina dan Iridium pada suhu 0 derajat C.

Definisi ini terus berubah hingga tahun 1983 ditetapkan bahwa 1 meter adalah jarak yang dilalui oleh cahaya pada durasi waktu 1/299792458 detik. Pemilihan standar jarak tempuh cahaya dikarenakan nilainya yang konstan.

2. Satuan Massa

Satuan-Massa besaran dan pengukuran

Satuan massa pada standar internasional adalah kilogram. Pada awalnya, penetapan massa 1 kg diperoleh dari massa logam silinder yang dibuat dari campuran Iridium dan Platina yang ada di Sevres.

Namun, ukuran ini dianggap tidak dapat memberikan ketelitian yang mumpuni sehingga ukuran 1 kg massa standar internasional ditetapkan adalah massa air murni sebanyak 1 liter di suhu 4 derajat Celcius.

3. Satuan Waktu

Satuan-Waktu

Dalam satuan internasional SI yang berlaku saat ini, satuan waktu ditetapkan sekon atau detik. Satu detik masa kini diambil dari ukuran waktu atom Cesium – 133 untuk bergetar dengan jumlah getaran sebanyak 9192631770 kali.

Dulunya, satuan waktu satu detik diambil dari dasar waktu bumi berotasi pada porosnya. Hanya saja, ukuran ini dianggap tidak valid karena durasi waktu matahari tidak selalu sama setiap waktu.

4. Satuan Suhu

Satuan-Suhu-scaled

Satuan suhu yang biasa digunakan memang Celcius serta Fahrenheit di beberapa negara. Namun, satuan internasional yang berlaku sebenarnya adalah Kelvin (K). Nilai Kelvin diperoleh dari nilai saat air murni mencapai keadaan seimbang dengan keadaan uap jenuh serta es. Suhu ini disebut sebagai suhu titik tripel air.

5. Satuan Intensitas Cahaya

Satuan-Intensitas-Cahaya-besaran-dan-pengukuran

Satuan candela adalah satuan internasional yang digunakan untuk intensitas cahaya satuan candela diperoleh dari ukuran intensitas cahaya yang didapat ketika pada frekuensi 540. 1012 Hz, sumber cahaya memancarkan radiasi monokromatif.

Nah, sekian informasi pada kali ini. Jadi, dapat diambil kesimpulan, dengan ditetapkannya satuan, besaran,dan pengukuran internasional diharapkan seluruh penelitian di dunia dapat terhubung dengan mudah.

Penelitian yang saling berkaitan satu sama lain di seluruh negara akan membantu mempercepat perkembangan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan umat manusia. Selamat belajar fisika!

Artikel Lainnya :