Biidznillah Artinya dan Penjelasannya

Banyak sekali kata-kata atau ungkapan Islami yang dapat diucapkan di beberapa waktu atau saat-saat tertentu. ‘Biidznillah’ merupakan salah satunya. Lalu, apa maksud juga makna Biidznillah artinya dan penjelasannya?

Masih ada beberapa yang merasa bingung mengenai kapan kata ‘biidznillah’ itu diungkapkan, juga apa bedanya dengan ‘insya allah’. Jika Anda adalah salah satunya, membaca tulisan ini hingga selesai akan membantu Anda menemukan jawabannya.

Arti Biidznillah

Arti-Biidznillah

Kata ‘biidznillah’ ini merupakan sebuah ungkapan harapan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam Bahasa Arab ditulis dengan اللَّهِبِإِذْنِ . Artinya adalah “Dengan izin Allah” atau “Atas izin Allah”.

Kata biidznillah ini terdapat dalam Ayat Al-Quran, yakni pada surat Al-Baqarah yang berbunyi:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya:

“Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kata biidznillah artinya dan penjelasannya merupakan ungkapan terhadap sesuatu yang sifatnya berada diluar jangkauan manusia. Tetapi murni sebagai ketetapan yang telah diatur oleh Allah.

Hal ini juga dapat berkaitan dengan takdir atau jalan yang Allah tetapkan kepada manusia, tetapi ada takdir yang sifatnya dapat diubah dengan dibarengi oleh usaha serta doa manusia itu sendiri. Rezeki dan cita-cita adalah contohnya.

Secara umum, “biidznillah” itu diambil dari kata “iznillah” yang terjemahannya berarti izin. Sedangkan, dalam Bahasa Indonesia sendiri, izin itu memiliki dua arti atau pemaknaan yaitu sebagai permintaan atau meminta dan meluluskan.

Ketika kata itu terucap, maka orang yang mengungkapkannya mempunyai permohonan atau keinginan tertentu yang disampaikannya kepada Tuhan. Atau dengan kata lain, ungkapan ini digunakan sebagai bentuk menginginkan adanya pertolongan dan bantuan dari Allah kepada makhluknya.

Makna Biidznillah

Makna-Biidznillah

Setelah memahami biidznillah artinya dan penjelasannya. Maka tentu selanjutnya Anda akan lebih mudah untuk mengetahui pemaknaan dari kata tersebut, yaitu:

  • Biidznillah adalah ungkapan permohonan atau permintaan seorang hamba kepada Tuhannya atas berbagai hal yang menjadi harapan atau keinginannya.
  • Sebagai bentuk pengakuan atas keagungan Allah dan kesadaran bahwa segala hal yang terjadi hanya atas seizin dari Allah, dimana manusia tidak memiliki kemampuan apapun tanpa adanya pertolongan dari Tuhannya.
  • Mengurangi adanya sikap “terlalu yakin” atas apa yang terjadi pada diri, seolah semuanya karena usaha diri sendiri. Namun sesungguhnya peran dan pertolongan Allah sangatlah nyata.
  • Segala sesuatu yang terjadi di dunia adalah atas seizin Allah
  • Dalam mengungkapkan kata biidznillah, kita sadar betul bahwa segala urusan yang dihadapi harus melibatkan Allah di dalamnya.
  • Mengurangi adanya sifat takabur atau sebuah keyakinan bahwa suatu hal tidak akan terjadi. Manusia harus berusaha yang selanjutnya Allah akan memberi izin.
  • Biidznillah merupakan bentuk kesungguhan manusia yang melibatkan Allah dalam urusan yang dilakukan dan merupakan keyakinan bahwa semua yang terjadi, baik hal kecil maupun besar, terlaksana karena adanya izin dari Allah SWT.

Penggunaan Kata Biidznillah dan Contohnya

Penggunaan-Kata-Biidznillah-dan-Contohnya

Kata biidznillah ini digunakan karena kita selalu melibatkan Allah dalam setiap kegiatan serta mengharapkan izin juga keridhoanNya. Keyakinan harus tertanam dalam diri bahwa segala hal yang melibatkan Allah beserta izinnya, akan diberi kemudahan serta mengandung kebaikan.

  • Penggunaan kata ini diiringi dengan berbagai harapan serta doa baik di dalamnya. Sehingga harapannya, jika Allah mengizinkan hal tersebut terjadi, maka akan terjadi pula lah banyak hal baik yang mengikutinya.
  • Biidznillah digunakan dalam setiap aktivitas yang baik dan merupakan pengharapan atas izin dan ridho Allah. Karena pada dasarnya, tidak ada kegiatan buruk ataupun sesat yang diizinkan oleh Allah. Jangan pernah beranggapan bahwa hal buruk yang dilakukan oleh seseorang adalah merupakan takdir Allah yang ditetapkan kepadanya.

Allah adalah dzat yang maha segalanya, jadi segala sesuatu yang baik terjadi pada kita pasti atas kehendak dan seizinNya. Sedangkan berbagai kegiatan buruk yang kita lakukan, akan ada pengaruh setan di dalamya. 

  • Terdapat kalimat yang berbunyi “illa bi idznillah” yang artinya tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali atas seizin Allah. Tetapi bukan berarti Allah mengizinkan manusia atau bahkan setan sekalipun untuk berbuat buruk. Tidak seperti itu.
  • Idznillah merupakan kalimat bentuk lampau, dalam artian, hal yang baik yang dilakukan manusia, telah Allah beri rahmat dan keberkahan di dalamnya, sehingga yang terjadi adalah segala akibatnya yang baik.

Begitupun sebaliknya, Allah akan melarang niat buruk seseorang, apabila masih terjadi, itu merupakan kesalahannya sendiri. Jadi tidak ada maksud mengatakan atau meminta izin kepada Tuhan untuk melakukan sesuatu yang buruk.

Seperti firman  Allah yang artinya:

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu[1307] dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; ……”. (QS. Az zumar: 7)

Biidznillah dapat diucapkan di kehidupan sehari-hari ketika manusia sedang mengharapkan adanya pertolongan atau pengharapan terhadap sesuatu yang menjadi do’a, seperti:

  • Dengan biidznillah, segala urusannya diberi kelancaran
  • Biidznillah, keadaan akan cepat membaik
  • Segala keinginan dan cita-cita bisa tercapai, biidznillah
  • Alhamdulillah, biidznillah, segala kebutuhan dapat tercukupi

Perbedaan Biidznillah dengan Insya Allah

Perbedaan-Biidznillah-dengan-Insya-Allah

Sekilas kedua kata ini terlihat memiliki arti atau makna yang sama, namun jika dipahami lebih jauh lagi, ternyata ada dua perbedaan mendasar terhadap ungkapan ini. Biidznillah dan insya allah jika dilihat dari artinya adalah sebagai berikut:

  • Biidznillah artinya “atas izin Allah / dengan izin Allah”
  • Insya Allah artinya “Jika Allah mengizinkan”

Terlihat mirip, namun sebetulnya jika diucapkan terdapat perbedaan, yaitu biidznillah lebih bersifat khusus sebagai bentuk ungkapan permohonan atau permintaan seorang hamba kepada Allah yang diiringi oleh doa’a.

Sedangkan untuk insya Allah sendiri mencakup ungkapan yang lebih umum. Dalam artian segalanya bisa saja terjadi jika Allah mengizinkan.

Untuk lebih dapat dipahami, perhatikanlah contoh penggunaan keduanya:

Misalnya, kita diundang untuk hadir dalam sebuah acara, maka jawaban yang digunakan adalah “insya Allah hadir”. Maka akan terdapat makna bahwa kehadiran tersebut akan terjadi atas adanya izin dari Allah.

Namun ketika permintaannya ditambah lebih spesifik seperti halnya kita diminta untuk menghadiri acara lalu menyampaikan tausiyah atau materi kepada banyak orang, maka jawaban yang digunakan adalah “biidznillah”. 

Maknanya yaitu semoga Allah memudahkan jalan untuk menghadiri acara tersebut dan melancarkan penyampaian materinya juga berupa pengharapan agar hal-hal yang disampaikan mampu dipahami juga bermanfaat bagi banyak orang.

Demikian materi mengenai biidznillah artinya dan penjelasannya di atas, semoga dapat menambah pengetahuan juga ilmu keislaman Anda. Dengan begitu, jangan lupa untuk mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari sesuai dengan waktu dan makna yang tepat.

Artikel Lainnya :