Gambar Amoeba Lengkap dan Penjelasannya

Mendengar kata amoeba, Anda pasti hanya bisa membayangkan saja. Kalaupun harus melihat gambar amoeba, Anda harus menggunakan alat bantu penglihatan ukuran mikron.

Sebab, amoeba adalah hewan yang tak nampak dari mata karena ukurannya yang cukup kecil. Amoeba hanya bisa dilihat dengan menggunakan alat bantu mikroskop.

Pembahasan kali ini adalah berhubungan dengan amoeba, cek disini informasinya.

Mengenal Amoeba

Mengenal Amoeba

Amoeba merupakan organisme hewan bersel satu atau uniseluler yang berasal dari kingdom protista. Amoeba berasal dari istilah kata “amoibe” yang berarti berubah. Sesuai dengan asal usul bahasanya, amoeba tidak memiliki bentuk yang tetap.

Hewan ini memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga hanya mampu terlihat jika menggunakan mikroskop. Ukuran amoeba hanya berada dalam kisaran 3-1000 mikron.

Amoeba banyak ditemukan hidup bebas di perairan dan tempat lembab yang mengandung banyak bahan organik.

Karakteristik Umum Amoeba

Karakteristik Umum Amoeba

Amoeba merupakan hewan bersel tunggal atau uniseluler. Hewan ini telah mempunyai membran inti yang bersifat eukariotik. Namun, amoeba ini tidak memiliki dinding sel. Jika dilihat dari bentuk dan ukurannya, amoeba merupakan organisme yang sangat kecil dan ukurannya hanya terukur dengan satuan mikron.

Amoeba dapat bergerak dengan bebas menggunakan pseudopodia. Pseudopodia merupakan alat gerak semu yang menyerupai kaki. Disebut dengan kaki yang semu karena keberadaannya dapat berubah-ubah. Pseudopodia kadang ada, namun kadang tidak terlihat. Pseudopodia ini berasal dari perpanjangan sitoplasma.

Baca Juga : Sistem Ekskresi Pada Manusia

Amoeba tidak bisa menghasilkan makanan sendiri atau bersifat heterotrof. Maka dari itu amoeba mencari mangsa dari zat organik di lingkungan sekitar. Amoeba menerapkan cara fagositosis untuk memangsa makanannya. Saat akan menangkap mangsa, amoeba membentuk pseudopodia dan menggunakannya untuk bergerak.

Hewan ini dapat memperbanyak diri dengan melakukan pembelahan biner. Kemampuan regenerasi pada amoeba termasuk kategori tinggi.

Mengingat struktur tubuhnya yang sederhana, organel-organel dalam amoeba juga masih tidak terlalu kompleks. Ekskresi zat sisa metabolisme dari tubuh amoeba hanya dikeluarkan dari tubuh melalui membran sel. Pengeluaran zat sisa ini dilakukan dengan cara difusi.

Amoeba merupakan organisme eukariotik aerobik, yang artinya membutuhkan oksigen. Oksigen diperoleh melalui proses respirasi. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk karbondioksida. Karbondioksida tersebut akan keluar secara difusi melalui membran sel yang bersifat semipermeable.

Bagian Tubuh Dari Gambar Amoeba Lengkap dan Penjelasannya

Struktur tubuh amoeba masih sangat sederhana. Tentu saja hal ini juga mempengaruhi fungsi tubuh pada amoeba yang tidak tergolong kompleks. Di bawah ini akan disajikan gambar amoeba lengkap dan penjelasannya.

Bagian Tubuh Dari Gambar Amoeba Lengkap dan Penjelasannya

Struktur tubuh amoeba terdiri atas membran sel, nukleus, endoplasma, ektoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan pseudopodia. Organela-organela pada amoeba tersebut masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Namun, secara keseluruhan organela ini akan membantu fungsi fisiologis tubuh amoeba. Nah, masing-masing bagian tubuh dari amoeba akan diulas secara mendetail seperti dibawah ini:

1. Membran sel

Membran sel

Membran sel disebut juga membran plasma. yaitu sel ini merupakan lapisan yang menyelimuti tubuh amoeba. Dan membran sel ini tersusun atas protein dan lemak. Membran sel ini berbentuk tipis, memiliki sifat elastis, dan bersifat semipermeable.

Maka membran sel sangat berperan dalam memberikan bentuk tubuh pada amoeba. Sesuai dengan sifat membran sel yang bersifat elastis, maka tidak mengherankan jika bentuk tubuh amoeba selalu berubah-ubah.

Hal ini tergantung pada adaptasi terhadap kondisi lingkungan di sekitar amoeba. Seperti halnya pada saat amoeba akan menangkap mangsa, maka amoeba akan mengubah bentuk tubuhnya.

Pada membran sel juga berperan sebagai tempat melekatnya seluruh organel sel yang terdapat pada protoplasma. Selain itu, membran sel sebagai alat ekskresi yang akan membantu membuang zat sisa metabolisme. Dan juga digunakan untuk difusi air dan oksigen.

2. Nukleus

Nukleus

Nukleus merupakan inti sel yang berbentuk bulat dan terletak di tengah endoplasma. Dan nukleus ini hanya berjumlah satu dan diselimuti membran inti. Membran inti tersusun oleh protein dan lemak. Di dalam nukleus terdapat benang kromatin dan nukleolus.

Nukleus berperan dalam pengaturan seluruh aktivitas sel. Sehingga keseluruhan fungsi dari organela sel pada amoeba dikoordinasikan oleh nukleus. Selain itu, nukleus juga berperan dalam perkembangbiakan amoeba.

Amoeba bereproduksi dengan melakukan pembelahan biner. Dalam proses pembelahan ini materi genetik dan sitoplasma akan menjadi dua sel anakan. Sel anakan ini akan berkembang menjadi individu baru.  

3. Endoplasma

Endoplasma

Endoplasma merupakan bagian dari sitoplasma yang berada di dalam ektoplasma. Yang memiliki struktur transparan dan berisi cairan yang tidak kental.

Dan juga Endoplasma memiliki fungsi sebagai tempat organel-organel sel berada, membantu amoeba menjalankan fungsi fisiologis, dan juga membantu membentuk pseudopodia.

4. Ektoplasma

Ektoplasma

Perlu diketahui ektoplasma juga merupakan bagian dari sitoplasma. Ektoplasma berada tepat di sebelah dalam membran plasma. Bentuk ektoplasma berupa lapisan tebal, sebab tersusun dari cairan kental. Namun, ektoplasma ini berwarna transparan dan bersifat kontraktil.

Baca Juga : Karakteristik Zat Padat

Fungsi dari ektoplasma hampir sama dengan fungsi endoplasma. Fungsi ektoplasma juga untuk melindungi organel-organel yang berada dalam tubuh amoeba dan membentuk pseudopodia.

Namun, yang membedakan dengan endoplasma adalah ektoplasma juga berfungsi untuk menjaga bentuk dari amoeba.

5. Vakuola Makanan

Vakuola Makanan

Yaitu vakuola makanan pada amoeba merupakan organel yang tidak nyata. Vakuola makanan dapat muncul dan menghilang. Amoeba memangsa dan memproses makanan melalui fagositosis.

Vakuola makanan akan muncul jika ada makanan yang ditangkap oleh amoeba. Sementara jika tidak ada makanan yang masuk, maka vakuola makanan akan menghilang.

Selain membantu proses pencernaan makanan, vakuola makanan juga memiliki fungsi lain. Vakuola makanan mempunyai peran sebagai tempat menyimpan cadangan makanan. Vakuola makanan juga berperan dalam ekskresi sisa metabolisme dari hasil pencernaan makanan.

6. Vakuola Kontraktil

Vakuola Kontraktil

Vakuola kontraktil sejatinya merupakan gelembung air yang berada di dalam endoplasma. Gelembung ini berwarna transparan. Vakuola kontraktil berfungsi dalam mengatur kadar air yang berada dalam tubuh amoeba. Selain itu, vakuola kontraktil ini juga dapat menyimpan air.

Apabila amoeba mengalami kelebihan kadar air, maka vakuola kontraktil akan membuang air ke luar tubuh menggunakan tekanan osmosis. Vakuola kontraktil juga berperan dalam membantu ekskresi zat sisa metabolisme melalui proses difusi.

Salah satu zat yang dikeluarkan oleh tubuh amoeba adalah karbondioksida yang dihasilkan pada saat proses respirasi.

7. Pseudopodia

Pseudopodia

Pseudopodia merupakan bagian tubuh dari amoeba yang sering disebut dengan kaki semu. Dan pseudopodia terbentuk dari membran sel, endoplasma, dan ektoplasma. Ada tidaknya pseudopodia ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Seperti dengan adanya mangsa, amoeba akan membentuk pseudopodia untuk dapat bergerak menangkap mangsa. Maka dari itu, pseudopodia disebut dengan kaki yang semu.

Singkatnya, pseudopodia ini merupakan perpanjangan dari bagian sitoplasma tubuh amoeba. Bentuk gerakan dari amoeba sangatlah lambat. Bentuk gerakan tersebut sering disebut dengan gerakan amoeboid.

Bagaimana sudah paham mengenai uraian gambar amoeba lengkap dan penjelasannya bukan? Jadi, Anda sudah ada bayangan yang tepat terkait tubuh amoeba. Menurut Anda menyerupai apakah amoeba itu?

Artikel Lainnya :