Jazakumullah Artinya

Seringkali terdengar ucapan “Jazakumullah” saat seseorang berbuat kebaikan. Namun mereka hanya tersenyum sambil mengangguk sebagai balasan. Hal tersebut mungkin disebabkan ketidaktahuan mengenai Jazakumullah artinya dan penjelasannya.

Alhasil bingung harus menjawab dengan apa, kan? Agar mencegah hal itu terjadi pada Anda, sebaiknya pahami dulu penjelasannya di bawah ini yuk.

Ucapan Jazakumullah Artinya dan Penjelasannya Lengkap

Ucapan-Jazakumullah-Artinya-dan-Penjelasannya-Lengkap

Jazakumullah terdiri dari tiga kata dari bahasa Arab yang digabung.

  • Kata yang pertama yaitu “Jazaa” yang berarti semoga membalas, memberi, atau menambahkan.
  • Selanjutnya adalah “Kum” yang merupakan kata ganti bermakna kalian, dan “Allah” yang berarti Allah.

Jadi arti keseluruhan dari ucapan Jazakumullah adalah “semoga Allah membalas kebaikan kalian”.

Biasanya orang-orang menambahkan dengan khairan katsiran yang memiliki arti kebaikan yang berlimpah atau banyak. Sehingga arti lengkapnya menjadi “semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang berlimpah”.

Ada lagi variasi yang lebih lengkap dengan penambahan kalimat ‘Wa Jazakumullah Ahsanal Jazaa’. 

Ucapan ‘Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jazaa’ bermakna “semoga Allah memberikan kebaikan yang terbaik dan lebih banyak atas kebaikan yang telah kamu berikan. 

Kapan Jazakumullah Diucapkan?

Jazakumullah diucapkan kepada seseorang atau sekumpulan orang yang telah berbuat kebaikan baik kepada Anda pribadi maupun kepada masyarakat. Sebagai contoh, memberikan bantuan sembako, membantu membangun masjid, atau urun memberikan donasi untuk panti asuhan.

Dalam Islam, ucapan tersebut lebih dianjurkan karena mengandung doa yang baik untuk saudara Muslim.

Fadilat dari Jazakumullah

Agar semakin bersemangat untuk membiasakan mengucap Jazakumullah, maka Anda perlu mengetahui dua fadilat dari ucapan tersebut, antara lain:

1. Amalan Sunnah Rasulullah

Amalan-Sunnah-Rasulullah

Memang tidak ditemukan hadits yang secara tersurat menyuruh untuk mengucapkan Jazakumullah. Tetapi ada salah satu sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan dishahihkan oleh AL Albani yang menyinggung penggunaan Jazakumullah. Hadits tersebut tertuang dalam Kitab Shahih Al Jami’ nomor 6386.

Artinya adalah “Usamah bin Zaid berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda bahwasannya barang siapa yang dibauatkan kepadanya kebaikan, kemudian mengatakan ‘Jazakallah khairan’ kepada pelakunya maka sungguh ia telah memberikan pujian yang tinggi”.

Dengan mengganti ucapan ‘terima kasih’ dengan Jazakumullah maka Anda telah mengamalkan ajaran Rasul. Banyak sekali faedah yang dapat dipetik, antara lain:

  • Doa baik tersebut akan berbalik kepada Anda,
  • Allah akan memberikan kelapangan hati dan badan
  • Setan menjadi benci dengan Anda
  • Allah mengangkat derajat Anda, dan dimudahkan pada saat shiratal mustaqim.

2. Menjadi Balasan Terbaik dan Ucapan Doa

Menjadi-Balasan-Terbaik-dan-Ucapan-Doa

Mengucapkan Jazakumullah tidak hanya sebagai bentuk apresiasi terhadap kebaikan seseorang. Namun jauh lebih tinggi karena mengandung doa yang baik bagi si pemberi.

Islam mengajarkan untuk memberikan balasan yang terbaik atas kebaikan yang Anda peroleh. Salah satunya adalah mengucapkan Jazakumullah. Anjuran tersebut sesuai dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah Al Anshary.

Artinya: “Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain maka balaslah kebaikan tersebut. Jika tidak menemukan sesuatu maka pujilah orang tersebut. Karena dengan memuji maka dia telah mensyukuri dan apabila menyembunyikannya maka dia telah mengingkari kebaikan yang didapat”.

Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwasannya Ibnu Umar berkata Rasulullah bersabda yang penggalan artinya “…….dan siapa yang berbuat kebaikan kepadamu, maka balaslah. Apabila tidak mampu maka doakanlah”.

Dengan mengucapkan Jazakumullah, maka Anda sekaligus berdoa kepada Allah untuk memberikan lebih banyak kebaikan kepada mereka.

Saat Anda mendoakan, maka malaikat akan turut mengaamiinkan. Jadi itulah balasan terbaik dan terindah bagi para pemberi kebaikan.

Variasi Kata-kata Jazakumullah

Perlu diperjelas bahwa Jazakumullah artinya dan penjelasannya tidak berlaku secara umum. Ada beberapa variasi yang disesuaikan dengan lawan bicara yang menjadi sasaran ucapan tersebut.

Sehingga akan salah kaprah apabila Anda selalu mengucapkan Jazakumullah tanpa memperhatikan siapa yang memberi.

Penggunaan kata ganti sangat penting dan berpengaruh kepada bentuk kalimat. Berikut variasi yang sesuai dengan kaidah dalam bahasa Arab:  

1. . Jazakallah Khairan Katsiran

Jazakunallah-Khairan-Katsiran

Agar lebih paham, berikut pecahan kalimat menjadi per kata:

  • “Jazaa” berarti semoga memberi
  • “ka” merujuk pada kata ganti engkau untuk laki-laki tunggal
  • “Allah” berarti Allah
  • “Khairan” berarti kebaikan
  • “Katsiran” berarti berlimpah atau banyak

Jadi adanya penekanan pada kata ganti “ka” menunjukkan bahwa ucapan tersebut ditujukkan khusus untuk pelaku laki-laki tunggal.

2. Jazakillah Khairan Katsiran

Jazakillah-Khairan-Katsiran

Makna per katanya masih sama, hanya saja ada perbedaan di penggunaan kata ganti. Anda bisa melihat kata “ki” dalam ‘Jazakillah’ yang merujuk pada engkau untuk wanita tunggal.

Jadi bisa diartikan sebagai “semoga Allah membalas kebaikan dia (wanita tunggal).

3. Jazakumullah Khairan Katsiran

Jazakunallah-Khairan-Katsiran

Pada ucapan ‘Jazakumullah’, penggunaan kata gantinya menjadi “kum” yang berarti kalian (khusus laki-laki jamak). Sehingga digunakan untuk membalas kebaikan yang telah dilakukan oleh sekelompok orang laki-laki. 

Sebagai contoh, Anda dan warga satu RT mendapatkan bantuan tenaga dari bapak-bapak RT tetangga saat membangun mushola.

Maka pada saat sudah selesai, Anda dan beberapa warga mengucapkan ‘Jazakumullah Khairan Katsiran’ atau ‘Jazakumullah Khairan Katsiran wa Jazakumullah Ahsanal Jaza’ kepada bapak-bapak tersebut.

4. Jazakunallah Khairan Katsiran

Jazakunallah-Khairan-Katsiran

Kebalikannya dari Jazakumullah, ucapan ini menggunakan kata ganti “kun” pada Jazakunallah. Kata tersebut merujuk pada kalian (wanita jamak). Sehingga ucapan ini khusus diberikan saat yang memberi kebaikan adalah para wanita secara beramai-ramai.

Contohnya, ibu-ibu PKK yang menyisihkan dana arisan untuk menyumbang ke madrasah diniyah. Maka pihak madrasah menggunakan ucapaan ‘Jazakunallah Khairan Katsiran sebagai balasan’.

5. Jazakamallah Khairan Katsiran

Jazakunallah-Khairan-Katsiran

Variasi yang terakhir dapat dikatakan netral karena menggunakan kata ganti “kam” pada Jazakamallah. Kata tersebut merujuk pada kalian (jamak) baik laki-laki maupun wanita.

Bukan hanya bagi penerima kebaikan, pihak pemberi juga dianjurkan untuk merespons ucapan Jazakmullahu tersebut. Biasanya kebanyakn orang merespons dengan “aamiin” karena sedang didoakan.

Balasan lain adalah “syukron” yakni ungkapan terima kasih dalam bahasa Arab atau “waiyakum” yang berarti ‘pun demikian bagimu’. Namun, Rasulullah mencontohkan dengan balasan berikut: 

6. Fa Jazaakallahu Khairan

Fa-Jazaakallahu-Khairan

Arti dari ucapan ‘Fa Jazakallahu Khairan’ yaitu “semoga kebaikanmu akan dibalas oleh Allah”. Ucapan tersebut diambil dari hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa’i dan Ibnu Hibban.

Konteksnya adalah saat Rasulullah memberikan jawaban atas ucapan terima kasih dari kaum Anshar. ‘Fa Jazakallahu Khairan’ menggunakan kata ganti “ka” sehingga ditujukan khusus untuk laki-laki.

7. Fa Jazaakillahu Khairan

Fa-Jazaakillahu-Khairan

Memiliki makna yang sama, hanya penggunaannya yang berbeda. Kata ganti yang digunakan pada ‘Fa Jazaakillahu Khairan’ adalah “ki” sehingga khusus diucapkan kepada wanita.

8. Fa Jazaakumullahu Khairan

Fa-Jazaakumullahu-Khairan

Respons yang terakhir adalah ucapan ‘Fa Jazaakumullahu Khairan’ yang khusus ditujukan untuk orang banyak. Misalnya, pelaku dari kebaikan adalah sekelompok orang atau berasal dari organisasi tertentu.

Apabila Anda menemukan orang yang merespons dengan ‘Wa Jazaakumullahu Khairan’, maka itu juga benar. Ketiga variasi balasan tersebut dapat menggunakan ‘wa’ sebagai pengganti dari kata ‘fa’. Penggantian tidak mengubah makna sedikit pun jadi Anda bebas memilihnya.

Setelah memahami tentang Jazakumullah artinya dan penjelasannya sesuai kaidah, maka saatnya untuk membiasakan diri.

Apalagi ucapan tersebut merupakan bagian dari sunnah Rasulullah yang jika diamalkan akan mendatangkan banyak keutamaan.

Kuncinya adalah melihat siapa yang telah berbuat kebaikan apakah individu laki-laki, individu wanita, kelompok laki-laki, kelompok wanita, atau kelompok yang netral (laki-laki dan wanita).

Artikel Lainnya :