Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Semua orang tentu sepakat bahwa menulis merupakan suatu kegiatan yang sangat positif. Menulis artinya membuat kalimat demi kalimat yang kemudian saling terhubung satu sama lain. Secara umum, kalimat dibagi menjadi dua jenis yaitu kalimat efektif dan tidak efektif. Tentu saja keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Lalu, apa saja perbedaannya?

Pada dasarnya, sebuah kalimat dapat disusun dengan menggunakan klausa dimana terdiri atas subjek serta predikat. Selain itu, ada tambahan berupa objek, pelengkap, dan juga diakhiri dengan sebuah tanda baca. Tanda baca yang dimaksud dapat berupa titik (.), seru (!), atau tanya (?). Jika penambahan yang dilakukan kurang tepat, maka bisa membuat kalimat menjadi tidak efektif.

Perbedaan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

Perbedaan-Kalimat-Efektif-dan-Tidak-Efektif

Kalimat efektif dapat diartikan sebagai suatu kalimat yang penyusunannya dilakukan berdasarkan kaidah yang telah ditetapkan. Baik yang berkaitan dengan penggunaan unsur-unsur penting seperti subjek dan predikat maupun pemilihan diksi yang paling tepat. Dengan menulis menggunakan kalimat efektif, maka akan lebih mudah untuk dipahami karena tidak berbelit-belit.

Baca Juga : Contoh Paragraf Eksposisi

Sebaliknya, kalimat tidak efektif berarti jenis kalimat yang susunan kata-katanya tidak mengikuti kaidah tertentu. Penulisan kalimat dilakukan dengan bebas sesuka hati tanpa perlu mematuhi aturan apa pun. Kalimat tidak efektif juga bisa diartikan sebagai kalimat yang tidak memiliki sifat-sifat tertentu. Tidak memiliki aturan seperti layaknya aturan yang sistematis pada kalimat efektif.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif

  • Pemakaian diksi yang tepat.
  • Memiliki unsur pokok berupa subjek dan predikat serta memiliki unsur pelengkap berupa kata kerja, objek, dan keterangan.
  • Taat terhadap EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
  • Penghematan kata dimana kalimat efektif memiliki sifat yang padat dan jelas.
  • Penekanan ide pokok, sehingga mudah dipahami oleh para pembaca.
  • Kesejajaran bentuk.

Ciri-Ciri Kalimat Tidak Efektif

Ciri-Ciri-Kalimat-Tidak-Efektif
  • Kalimat tidak berpadu.
  • Penulisan bertele-tele.
  • Kalimat diawali dengan adanya konjungsi.
  • Menggunakan konjungsi setelah tanda koma.
  • Mempunyai dua konjungsi dalam sebuah kalimat yang mempunyai dua buah klausa.
  • Kalimat berawalan preposisi lalu diikuti predikat yang menggunakan imbuhan –me.
  • Penulisan kalimat tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia atau EYD.
  • Terkadang menggunakan bahasa yang kuang logis.

Syarat Kalimat Efektif

Syarat-Kalimat-Efektif

1. Kesatuan

Kesatuan yang dimaksud adalah mengenai keseimbangan antara gagasan dengan penggunaan struktur bahasa. Ciri-ciri kesatuan dalam sebuah kalimat diantaranya adalah memiliki subjek dan predikat yang jelas, tidak bersubjek ganda, dan predikat tidak perlu didahului oleh kata ‘yang’.

2. Kehematan

Kehematan bisa diartikan dengan tidak memakai kata-kata yang tidak berfungsi, tidak mengulang kata, serta tidak menjamak kata-kata yang bentuknya sudah jamak. Dengan memenuhi syarat kehematan, maka kalimat menjadi berisi dan lebih padat.

3. Keparalelan

Keparalelan dalam kalimat efektif artinya kesamaan bentuk antara kata-kata yang digunakan pada kalimat tersebut. Contohnya, apabila kata pertama bentuknya verba, maka pada lata kedua juga harus menggunakan bentuk verba pula.

4. Kelogisan

Kelogisan memiliki peran untuk menghindari adanya kesan ambigu atau bermakna ganda pada kalimat itu. Maka dari itu, kalimat efektif harus dibuat dengan ide yang masuk akal serta mudah dimengerti oleh pembaca.

5. Kepaduan

Konsep kepaduan pada sebuah kalimat efektif sebenarnya mengacu pada suatu hubungan bentuk. Artinya, setiap kalimat atau kata yang menyusun suatu wacana, haruslah memiliki keterkaitan satu dengan lainnya secara utuh ataupun padu

Contoh Penulisan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

1. Contoh Kehematan Kata

Contoh-Kehematan-Kata

Kalimat tidak efektif: “Para Ibu-Ibu sedang mengikuti lomba memasak”

Kalimat efektif : “Ibu-Ibu sedang mengikuti lomba memasak”

Ketidakefektifan pada kalimat tersebut terjadi karena ada penggunaan kata ‘para’ yang merujuk pada subjek dengan jumlah jamak yaitu ‘Ibu-Ibu’. Sementara ‘Ibu-Ibu’ sudah mengarah pada kata jamak karena jumlahnya sudah lebih dari satu. Maka dari itu, kata ‘para’ harus dihilangkan untuk membuat kalimat jadi efektif.

2. Contoh Kesejajaran Bentuk

Contoh-Kesejajaran-Bentuk

Kalimat tidak efektif: “Hal yang perlu diperhatikan terkait sampah yaitu cara memilah, membuang, serta pengolahannya”.

Kalimat efektif: “Hal yang perlu diperhatikan terkait sampah yaitu cara memilah, membuang, serta mengolahnya”

Ketidakefektifan terjadi ketika kata terakhir menggunakan imbuhan –pe, sementara kata-kata sebelumnya menggunakan imbuhan –me. Jadi, kata yang membuat kalimat tersebut tidak efektif adalah ‘pengolahannya’. Ingat bahwa sebuah kalimat efektif haruslah mempunyai imbuhan yang sifatnya paralel sekaligus konsisten. Jika ada imbuhan –me, maka kata selanjutnya juga sama.

3. Contoh Ketegasan Makna

Contoh-Ketegasan-Makna

Pada Kalimat tidak efektif: “Kamu bersihkanlah tempat tidur agar rapi!”

Dan Kalimat efektif : “Bersihkanlah tempat tidurmu agar rapi!”

Kaalimat efektif haruslah mempunyai sebuah makna yang tegas. Ketegasan makna biasanya ditemui pada jenis kalimat larangan, anjuran, dan perintah. Pada contoh tersebut, kalimat menjadi tidak efektif karena ada subjek di depan kalimat yang peletakannya kurang pas. Jadi, beberapa kalimat efektif juga bisa meletakkan kata keterangan di awal kalimat supaya memberikan efek ketegasan.

4. Contoh Kesepadanan Struktur

Contoh-Kesepadanan-Struktur-scaled

Kalimat tidak efektif: “Bagi semua mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu”

Kalimat efektif: “Semua mahasiswa diharapkan hadir tepat waktu”

Ketidakefektifan pada kalimat tersebut terjadi karena adanya kata depan atau preposisi yang diletakkan di depan subjek. Hal ini akan mengaburkan siapa pelaku dalam kalimat tersebut. Ingat bahwa dalam kalimat efektif tidak boleh ada preposisi yang terletak di depan pelaku atau subjek.

5. Contoh Kata Sinonim

Contoh-Kata-Sinonim

Kalimat tidak efektif: “Siswa masuk ke dalam ruang kelas”

Kalimat efektif: “Siswa masuk ke ruang kelas”

Pada kalimat tersebut, ketidakefektifan terjadi pada frasa ‘masuk’ dan ‘ke dalam’ yang sebenarnya memiliki arti sama. Untuk membuat kalimat yang lebih efektif, maka cukup dengan memilih salah satu frasa yang memiliki arti sama tersebut. Jika menggunakan frasa ‘masuk’, maka kata ‘ke dalam’ harus dihilangkan.

6. Contoh Kelogisan Kalimat

Contoh-Kelogisan-Kalimat

adalah Kalimat tidak efektif: “Kepada Bapak Kepala Desa, waktu dan tempat kami persilahkan”

ini Kalimat efektif: “Bapak Kepala Desa dipersilahkan menyampaikan pidatonya sekarang”

lalu kalimat tidak efektif terjadi karena memberikan kesan yang ambigu pada kalimat tersebut. Dalam kalimat efektif, setiap kalimat harus dibuat masuk akal, logis, dan mudah dimengerti. Inilah yang dimaksud dengan kelogisan dalam sebuah kalimat efektif.

7. Contoh Kecermatan Kalimat

Contoh-Kecermatan-Kalimat

“Kakak demam sehingga kakak tidak bisa masuk sekolah” termasuk Kalimat tidak efektif

“Kakak demam sehingga tidak bisa masuk sekolah” ini Kalimat efektif

Dan kalimat tidak efektif menggunakan subjek ganda. Artinya, ada dua subjek dalam satu kalimat. Ini merupakan salah satu contih ketidakcermatan kalimat. Syarat kalimat efektif seharusnya tidak menggunakan subjek ganda. Maka dari itu, dibutuhkan kecermatan dalam penulisan kalimat efektif.

Memahami pengertian, ciri-ciri, dan syarat dari kalimat efektif dan tidak efektif memang sangat penting. Kalimat efektif terutama sangat dibutuhkan dalam penulisan ilmiah ataupun penulisan yang berkesan formal. Sementara kalimat efektif biasanya digunakan sebagai bahasa sehari-hari karena tidak harus terlalu baku dan mematuhi aturan.

Artikel Lainnya :