Klasifikasi Makhluk Hidup

Tahukah Anda, kegiatan yang dilakukan untuk mengelompokkan berbagai makhluk hidup ke dalam beberapa tingkatan atau takson disebut sebagai klasifikasi makhluk hidup.

Klasifikasi berdasarkan kepada persamaan ataupun perbedaan ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup tersebut. Usaha mengklasifikasikan makhluk hidup pertama kali dilakukan oleh ilmuwan ahli biologi Swedia yakni Carlous Linnaeus.

Tujuan Dilakukannya Klasifikasi

1. Membedakan Makhluk Hidup

Membedakan-Makhluk-Hidup

Untuk mempermudah membedakan antara makhluk hidup yang satu dengan lain maka dilakukan klasifikasi. Penggolongan ini akan mempermudah para ilmuwan untuk memberi tindakan dan perlakuan kepada jenis makhluk hidup tertentu.

2. Memudahkan Proses untuk Mempelajari Makhluk Hidup

Memudahkan-Proses-untuk-Mempelajari-Makhluk-Hidup

Makhluk hidup diklasifikasi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan ciri fisik, habitat, makanan, anatomi dan sebagainya. Dengan dilakukannya klasifikasi maka akan lebih mudah bagi manusia untuk memperlajari ciri makhluk hidup tertentu dan mencari makhluk hidup dengan klasifikasi hampir serupa.

Baca Juga : Gambar Amoeba Lengkap dan Penjelasannya

3. Mengetahui Ada Tidaknya Hubungan Kekerabatan

Mengetahui-Ada-Tidaknya-Hubungan-Kekerabatan

Dilakukannya pengelompokan makhluk hidup akan membantu ilmuwan mengetahui hubungan kekerabatan setiap makhluk hidup. Semakin dekat hubungan kekeratan makhluk hidup maka semakin banyak pula kesamaan dan cara perlakuan makhluk hidup tersebut.

Tingkatan Dalam Klasifikasi Makhluk Hidup

Para ilmuwan mengelompokkan makhluk hidup ke dalam tujuh tingkatan. Mengelompokkan makhluk hidup ke dalam beberapa tingkatan dilakukan oleh Linneaus. Tingkatan makhluk hidup atau takson ini diawali dari yang paling tinggi hingga ke paling rendah. Paling tinggi bersifat lebih umum sementara paling rendah semakin spesifik.

1. Tingkatan Regnum atau Kingdom

Tingkatan-Regnum-atau-Kingdom

Tingkatan Kingdom merupakan tingkatan paling tinggi dalam pengelompokkan makhluk hidup. Ada dua kingdom besar yang paling banyak dikenal yakni kingdom hewan atau Animalia dan kingdom plantae atau tumbuhan. Hanya saja kini sudah dikenal setidaknya 7 buah kingdom makhluk hidup yang terdiri dari:

  • Kingdom Chromista
  • Kingdom Archaebacteria
  • Protista
  • Plantae
  • Kingdom Animalia
  • Kingdom Eumycota
  • Kindom Eubacteria

2. Filum atau Divisio

Filum-atau-Divisio

Di bawah Kingdom ada filum yang merupakan keluarga besar. Dalam satu kingdom akan terdapat beberapa filum bergantung kepada karakteristik atau ciri makhluk hidup tersebut. Misalnya saja pada kingdom Animalia terdiri dari filum Chordata yang merupakan makhluk hidup dengan ciri memiliki tulang belakang atau notokorda.

Selain itu ada pula filum arthropoda yang merupakan hewan dengan kaki berbuku – buku atau memiliki kutikula keras. Sementara pada kingdom Plantae memiliki filum Basidiomycota atau filum jamur berbasidium dan filum Spermatophyta atau keluarga besar tumbuhan dengan biji.

Baca Juga : Sistem Ekskresi Pada Manusia

3. Kelas

Kelas

Tingkatan yang lebih rendah dari filum adalah kelas. Setiap makhluk hidup dalam satu filum yang memiliki ciri lebih dekat akan digolongkan ke dalam satu kelas. Filum spermathophyta akan digolongkan ke dalam kelas tumbuhan biji berkeping dua atau disebut Dicotyledonae dan tumbuhan biji berkeping satu atau disebut sebagai Monocotyledonae.

4. Ordo

Ordo

Tingkatan yang lebih rendah dari kelas adalah ordo yang diambil dari makhluk hidup dengan ciri lebih dekat pada satu kelas. Ciri khas pembagian ordo dalam kingdom tumbuhan memiliki akhiran –ales sementara hewan tidak memiliki ciri tertentu. Pembagian ordo pada hewan untuk kelas mamalia misalnya adalah ordo karnivora, ordo herbivora, dan ordo omnivora.

5. Keluarga atau Famili

Keluarga-atau-Famili

Setelah sebelumnya taksonomi filum merupakan tingkatan keluarga besar, maka family adalah tingkatan takson yang lebih spesifik lagi. Kelompok ini memiliki persamaan ciri yang lebih dekat lagi. Ciri khas famili pada tumbuhan memiliki akhiran –aceae sementara hewan berakhiran –idea. Sebagai contoh untuk keluarga tumbuhan yakni Solanacea atau keluarga kentang dan Rosacea atau keluarga mawar.

6. Genus

Genus

Genus merupakan pembagian makhluk hidup di bawah family atau keluarga. Penamaan genus bisa diambil dari nama hewan, nama makhluk hidup tersebut maupun zat kandungan. Penulisan nama genus diawali huruf besar dan dicetak miring. Jika ingin ditulis tegak harus diberi garis bawah.

7. Jenis

Jenis

Takson jenis atau dikenal sebagai spesies adalah pembagian paling spesifik yang membagi jenis makhluk hidup berdasarkan satuan dasarnya. Spesies adalah makhluk hidup yang berkembang biak dengan sesamanya serta menghasilkan keturunan yang bersifat fertile. Penamaan spesies makhluk hidup akan digabungkan dengan nama genus makhluk tersebut.

Nama spesies terdiri dari dua kata yakni nama genus yang ada di bagian depan sementara nama spesies di bagian belakang.

Dasar Kriteria Dilakukannya Klasifikasi Makhluk Hidup

Dasar-Kriteria-Dilakukannya-Klasifikasi-Makhluk-Hidup

1. Klasifikasi Berdasarkan Perbedaan

Meskipun suatu makhluk hidup dimasukkan ke dalam kelompok makhluk yang sama, namun makhluk hidup tersebut biasanya tetap memiliki perbedaan.

Perbedaan bisa dilihat berdasarkan jenis makanan ataupun habitat tempat tinggalnya. Misalnya saja perbedaan antara dua jenis makhluk hidup yang sama – sama masuk ke dalam kelompok kelas aves atau burung.

 Meskipun keduanya masuk ke dalam kelas yang sama, namun baik ayam dan elang memiliki jenis makanan yang berbeda. Elang termasuk ke dalam jenis karnivora sementara ayam masuk ke dalam jenis hewan herbivora karena memakan tumbuhan.

2. Klasifikasi Berdasarkan Ciri Anatomi dan Morfologi

Mengamati ciri makhluk hidup dari morfologi dan juga anatominya adalah langkah awal yang dijalankan oleh para ilmuwan dalam rangka mengelompokkan makhluk hidup.

Memperhatikan ciri morfologi dilakukan terlebih dahulu oleh ilmuwan baru kemudian mengecek ciri anatominya. Pengertian ciri morfologi adalah ciri eksternal yang dimiliki makhluk hidup seperti warna, ukuran serta bentuk.

Sementara pengertian ciri anatomi adalah ciri struktur biologi yang dimiliki makhluk hidup dilihat dari jaringan serta komposisi sel. Bisa juga dilihat dari berkas pengangkut, sel trakea serta cambium.

Misalnya untuk tumbuhan maka bisa dilihat dari bentuk bunganya, bentuk daun, bentuk pohon, bentuk biji, serta warna dari bunga.

3. Klasifikasi Berdasarkan Persamaan Ciri

Persamaan ciri merupakan klasifikasi pertama yang dapat dengan mudah dilakukan oleh para ilmuwan untuk mempersempit jenis makhluk hidup yang diteliti dalam satu kelompok.

Misalnya saja pada hewan yang masuk ke dalam kelompok aves dilihat berdasarkan persamaan keberadaan bulu, sayap ataupun paruhnya. Hal ini dilakukan oleh para ilmuwan untuk mengelompokkan elang dan ayam.

4. Klasifikasi Berdasarkan Manfaat

Selain melihat berdasarkan karakteristik tubuh makhluk hidup termasuk anatomi, morfologi, biokimia dan juga ciri fisik lainnya, pengelompokan makhluk hidup juga bisa dilihat berdasarkan manfaatnya.

Misalnya saja pengelompokan berdasarkan manfaat tumbuhan yang berfungsi sebagai sumber karbohidrat, dan lainnya.

5. Klasifikasi Berdasarkan Karakteristik Biokimia

Para ilmuwan juga melakukan klasifikasi makhluk hidup dengan melihat karakteristik biokimia makhluk hidup. Struktur biokimia berkaitan dengan jenis protein, kandungan enzim, serta jenis DNA makhluk hidup tersebut.

Melihat karakteristik biokimia akan membantu para ilmuwan untuk dapat memeriksa hubungan kekerabatan dari setiap makhluk hidup satu dan lainnya

Sebelum melakukan klasifikasi makhluk hidup maka para ilmuwan akan menetapkan beberapa kriteria sebelum mengelompokkan suatu makhluk hidup ke dalam kelompok tertentu.

Klasifikasi ini dilihat secara menyeluruh baik itu dari tampilan fisik luar namun juga susunan jaringan dalam tubuh. Patut diketahui bahwa pembagian di atas bisa kapan saja berubah tergantung dari temuan para ilmuwan.