Sistem Ekskresi Pada Manusia

Tubuh Anda akan mengeluarkan banyak keringat disaat melakukan olahraga atau aktivitas berat lainnya. Tahukah Anda mengapa tubuh harus mengeluarkan keringat? Hal tersebut merupakan proses pengeluaran zat-zat beracun yang ada pada tubuh dan disebut dengan sistem ekskresi pada manusia.

Jadi sistem ekskresi adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengolah dan membuang zat racun atau sisa metabolisme dari dalam tubuh manusia. Zat-zat beracun dalam tubuh manusia dapat menjadi penyebab masalah kesehatan apabila tidak dikeluarkan.

Ada berbagai macam bentuk zat yang harus dikeluarkan seperti karbondioksida, urin, keringat, urea, dan lain sebagainya.

Organ Pada Sistem Ekskresi Manusia

Zat-zat sisa dalam tubuh manusia akan diangkut oleh darah menuju organ-organ ekskresi untuk diolah dan dikeluarkan. Berikut beberapa organ yang berfungsi dalam sistem eksreksi pada manusia beserta penjelasan dan jenis zat yang dikeluarkan.

1.Ginjal

Ginjal

Ginjal merupakan organ sistem ekskresi manusia yang berperan dalam mengeluarkan urin. Manusia mempunyai dua buah ginjal atau bisa dikatakan sepasang dan ukurannya sekitar 10 cm.

Ginjal terletak di bagian perut sebelah kiri dan kanan tepatnya pada rongga perut atau ruas-ruas tulang pinggang.

Fungsi ginjal adalah untuk menyaring zat-zat beracun berupa sisa metabolism yang dibawa oleh darah. Selain itu ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan cairan dalam tubuh manusia, mengatur keseimbangan kadar basa, garam, dan asam. Kadar gula darah dalam tubuh yang melebihi normal akan diekskresikan oleh ginjal.

Baca Juga : Karakteristik Zat Padat

Pada umumnya ginjal terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

a. Kulit ginjal

Merupakan bagian terluar dari organ ginjal dan disebut dengan korteks renalis. Kulit ginjal berfungsi untuk menyaring darah sebelum diolah.

b. Sumsum ginjal

Merupakan bagian tengah dari organ ginjal dan disebut denfan medulla. Medulla memiliki fungsi sebagai tempat dimana berkumpulnya pembuluh halus. Pembuluh halus tersebut untuk mengalirkan urin ke saluran lain yang lebih besar. Pada bagian ini terjadi proses augmentasi dan reabsorbsi.

c. Rongga ginjal

Merupakan bagian paling dalam ginjal dan biasa disebut dengan pelvis renalis. Bagian ini berfungsi sebagai penampung urin sementara yang nantinya akan dikeluarkan lewat ureter.

Terdapat beberapa proses yang terjadi didalam dinjal untuk membentuk urin. Proses pembentukan tersebut diantaranya ialah:

Terdapat-beberapa-proses-yang-terjadi-didalam-dinjal-untuk-membentuk-urin.-Proses-pembentukan-tersebut-diantaranya-ialah
  • Filtrasi (penyaringan)

Cairan yang ada dalam darah akan disaring oleh ginjal sebelum dikembalikan ke paru-paru dan jantung. Cairan hasil penyaringan tersebut merupakan urin primer yang memiliki kandungan glukosa, asam amino, dan air. Sehingga cairan tersebut tidak lagi mengandung protein dan darah.

  • Reabsorbsi (penyerapan kembali)

Proses ini terjadi pada bagian sumsum ginjal atau lebih tepatnya di bagian bernama tubulus kontortus proksimal. Hasil dari proses ini disebut dengan urin sekunder karena zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh disaring kembali pada proses ini.

  • Augmentasi (pengumpulan)

Merupakan proses terakhir dalam pembentukan urin dan terjadi pada tubulus kontortus distal. Proses ini menghasilkan cairan yang disebut dengan urin sesungguhnya. Cairan yang telah mengalami tahap sebelumnya akan dikumpulkan pada proses ini.

2. Kulit

sistem ekskresi pada manusia organ kulit

Kuit merupakan lapisan terluar atau jaringan pelindungan yang terletak di permukaan tubuh manusia. Kulit memiliki kemampuan untuk mengeluarkan zat-zat metabolisme berupa keringat.

Selain itu, kulit berperan sebagai alat indera yaitu perasa dan peraba. Terdapat tiga lapisan pada kulit diantaranya ialah:

a. Lapisan kulit ari (epidermis)

Epidermis adalah lapisan kulit yang sangat tipis dan berada di kulit paling luar. Terdapat dua lapisan pada kulit yaitu lapisan malphigi dan lapisan tanduk.

Pengertian lapisan malphigi ialah lapisan yang tersusun dari sel-sel hidup dan dapat membelah diri. Lebih tepatnya lapisan malphigi terdapat di bawah lapisan tanduk.

Sedangkan lapisan tanduk merupakan lapisan yang tersusun dari sel-sel mati dan sangat mudah terkelupas.

Baca Juga : Fungsi Stroma

Meskipun dapat mengelupas, namun lapisan ini tidak akan mengeluarkan darah karena tidak mengandung serabut saraf dan pembuluh darah.

b. Lapisan kulit jangat (dermis)

Dermis adalah salah satu lapisan kulit yang letaknya berada di bawah lapisan epidermis. Jika dibandingkan dengan lapisan epidermis lapisan ini lebih tebal.

Terdapat beberapa jaringan yang menyusun lapisan dermis dan masing-masing memiliki fungsi. Berikut beberapa jaringan pada lapisan dermis:

  • Kelenjar keringat: menghasilkan keringat untuk dikeluarkan dari tubuh.
  • Pembuluh kapiler: menyalurkan nutrisi untuk sel kulit dan akar rambut.
  • Kelenjar minyak: menghasilkan keringat sehingga dapat membuat kulit tidak kering.
  • Pembuluh darah: mengedarkan darah ke seluruh jaringan dan sel tubuh.
  • Kantong rambut: sebagai wadah untuk akar, batang, dan kelenjar minyak rambut.
  • Ujung-ujung syaraf: terdapat syaraf perasa dan peraba sehingga kulit dapat merasakan rasa panas, rasa dingin, sentuhan, dan lain sebagainya.

c. Jaringan ikat bawah kulit

Merupakan lapisan yang letaknya berada di bawah lapisan dermis. Di antara lapisan dermis dan lapisan jaringan ikat bawah kulit terdapat sel lemak. Sel lemak berperan untuk menghasilkan lemak yang berguna untuk melindungi tubuh dari berbagai benturan.

Selain itu, lemak juga berperan dalam menahan suhu tubuh dan sebagai sumber energi.

3. Paru-paru

sistem ekskresi pada manusia paru paru

Selain sebagai organ pada sistem ekskresi, paru-paru juga merupakan organ utama pada sistem pernapasan manusia. Organ ini berfungsi untuk memindahkah atau menyalurkan oksigen yang dihirup dari udara ke dalam darah.

Selanjutnya darah akan mengandung oksigen dan disalurkan ke seluruh organ dan jaringan tubuh agar dapat berfungsi.

Sel tubuh yang telah terpenuhi kebutuhan oksigennya akan menghasilkan zat sisa metabolisme berupa karbondioksida. Karbondioksida memiliki sifat yang membahayakan kesehatan tubuh apabila tertumpuk di dalam darah.

Proses pembuangan karbondioksida ialah darah akan membawa kembali karbondioksida ke paru-paru. Ketika Anda menghembuskan nafas karbondioksida yang sudah dibawa ke paru-paru akan keluar.

Sehingga dalam hal ini sistem pernapasan sangat berkaitan dengan sistem ekskresi manusia.

4. Hati

sistem ekskresi pada manusia organ hati

Hati merupakan organ yang terletak di dalam rongga perut bagian kanan dan dibawah diafragma. Organ ini mempunyai pelindung berupa selaput tipis yang biasa disebut dengan kapsula hepatis.

Hati berperan dalam mengekskresikan zat sisa dari perombakan sel darah merah yang terjadi di dalam limpa. Zat sisa yang dimaksud ialah getah empedu.

Hati tidak hanya berperan dalam sistem ekskresi saja, namun memiliki fungsi lain seperti penawar racun dan menyimpan gula otot (glikogen). Hati juga dapat membentuk sel darah merah janin dan bermanfaat sebagai kelenjar pencernaan.

Hasil ekskresi atau zat sisa yang dikeluarkan oleh hati ialah ammonia. Amonia merupakan zat sisa metabolism dari penguraian protein dalam tubuh. Ammonia dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan dan masalah ginjal apabila dibiarkan menumpuk.

Ammonia akan diolah menjadi urea dan akan dibuang melalui ginjal yakni lewat urin. Selain mengeluarkan ammonia, hati juga mengeluarkan zat beracun lainnya seperti obat-obatan.

Sel darah merah yang telah rusak atau kelebihan bilirubin juga akan diproses oleh hati untuk dibuang.

Sistem ekskresi pada manusia mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesehatan. Jika sistem ekskresi tidak berjalan dengan baik atau normal, maka dapat membahayakan kesehatan manusia.

Zat sisa metabolism tubuh yang menumpuk dalam tubuh menjadi cikal bakal timbulnya berbagai macam penyakit.

Artikel Lainnya :