Struktur Tubuh Porifera

Apa yang terbesit dalam benak Anda jika mendengar porifera? Tidak jarang banyak orang yang menggambarkan struktur tubuh porifera sebagai suatu benda yang berpori atau penuh lubang.

Benarkah demikian? Pada artikel ini akan mengulas seluk beluk tentang porifera beserta struktur tubuh porifera.

Pengertian Porifera

Pengertian-Porifera

Porifera merupakan hewan multiseluler yang memiliki struktur tubuh sederhana. Istilah kata porifera berasal dari kata porus dan ferre.

Porus diartikan sebagai rongga, sedangkan ferre berarti mempunyai. Dengan demikian porifera dapat diartikan sebagai hewan yang memiliki rongga.

Klasifikasi Porifera

Klasifikasi-Porifera

Porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas berdasarkan jenis spikulanya:

1. Kelas Calcarea

Porifera dari kelas calcarea memiliki tubuh yang tersusun oleh spikula kalsium karbonat. Spikula berbentuk lurus dan terdapat 3-4 kaitan. Saluran air pada porifera ini memiliki tipe askonoid, sikonoid, dan leukonoid.

Tubuh porifera pada umumnya berwarna pucat, berbentuk seperti vas atau silinder. Porifera ini banyak dijumpai hidup di laut dangkal.

2. Kelas Hexactinellida

Porifera dari kelas hexactinellida memiliki spikula  yang berasal dari silika dan memiliki 6 kaitan. Tubuh porifera ini berbentuk seperti mangkuk. Saluran air pada tubuh porifera ini memiliki tipe sikonoid. Porifera jenis ini banyak ditemukan hidup secara soliter pada kedalaman 200-1000 meter. 

3. Kelas Demospongiae

Porifera ini tersusun dari serabut spongin. Tubuh bercabang dan berbentuk tidak beraturan. Porifera ini memiliki pigmen pada sel amoebosit yang menyebabkan tubuhnya berwarna cerah. Tipe saluran airnya berbentuk leukonid. Porifera ini banyak ditemukan di dekat daratan.

Karakteristik Porifera Secara Umum

Karakteristik-struktur-tubuh-Porifera-Secara-Umum

Porifera merupakan salah satu hewan dari kelas invertebrata. Tubuh hewan porifera termasuk kategori multiseluler sederhana, yang berarti tersusun oleh banyak sel. Namun, sel-sel tersebut tidak membentuk jaringan, organ, maupun sistem organ. 

Porifera memiliki pori-pori yang terletak pada permukaan tubuhnya. Pori-pori tersebut berhubungan langsung menuju rongga tubuh. Selain itu, pori-pori tubuh berfungsi sebagai saluran keluar masuk air yang mengandung makanan menuju rongga tubuh.

Sebagian besar porifera ditemukan hidup di dalam laut dangkal. Biasanya porifera juga hidup melekat di dasar perairan. Porifera mempunyai dua tahapan kehidupan yaitu polip (berenang bebas) dan sesil (hidup menetap). 

Pada umumnya porifera berbentuk menyerupai vas bunga ataupun mangkuk. Tubuhnya tersusun secara diploblastik atau memiliki dua lapisan. Lapisan yang menyusun secara embrional yaitu lapisan eksoderm dan mesoderm.

Struktur Tubuh Porifera

Struktur-Tubuh-Porifera

Morfologi tubuh porifera tersusun oleh bagian yang sederhana. Bagian tubuh porifera terdapat oskulum. Oskulum itu memiliki fungsi sebagai penghubung tubuh porifera bagian distal dengan lingkungan luar. Oskulum berhubungan dengan spongocoel yang merupakan rongga tubuh porifera yang berada di tengah tubuh.

Struktur anatomi tubuh porifera terdiri dari:

1. Lapisan luar tubuh (epidermis)

Lapisan luar tubuh porifera tersusun oleh lapisan sel yang membentuk celah-celah kecil. Celah kecil tersebut biasa disebut dengan ostium. Di dalam ostium terdapat sel porosit yang membentuk dan menggerakkan ostium.

2. Lapisan dalam tubuh (endodermis)

Lapisan dalam tubuh porifera tersusun oleh sel koanosit. Dalam sel koanosit terdapat inti sel, vakuola, dan flagela. Sel koanosit ini berfungsi untuk pencernaan intraseluler. 

Sel-sel yang Menyusun Struktur Tubuh Porifera

Sel-sel-yang-Menyusun-Struktur-Tubuh-Porifera

Setelah membahas tentang anatomi tubuh porifera, akan dibahas pula sel-sel yang menyusun tubuh porifera. Sel-sel yang menyusun tubuh porifera antara lain adalah:

1. Amebosit 

Sel amebosit berperan dalam mendistribusikan makanan dan oksigen, membantu ekskresi sisa metabolisme, serta membentuk sel reproduksi.

2. Pinakosit 

Sel ini memiliki fungsi untuk menutupi tubuh bagian dalam. Sel pinakosit terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuk air.

3. Koanosit

Sel koanosit mempunyai flagelum yang memiliki fungsi mendorong air yang berada dalam tubuh porifera untuk keluar.

4. Oosit dan Spermatosit

Sel oosit dan spermatosit berfungsi dalam proses pembentukan reproduksi porifera.

5. Lofosit

Sel lofosit berfungsi memproduksi benang kolagen.

6. Sklerosit 

Sel sklerosit berfungsi mensekresikan spikula yang berfungsi sebagai penyusun rangka porifera.

Struktur tubuh porifera diperkuat oleh spikula. Spikula merupakan suatu skeleton keras yang mengandung kalsium karbonat, silika dan kolagen. Namun, tidak semua porifera disusun oleh skeleton keras, atau juga yang hanya tersusun oleh matriks jelly yang mengandung protein.

Sistem Pencernaan Makanan Porifera

Sistem-Pencernaan-Makanan-Porifera

Porifera belum mempunyai sistem pencernaan makanan. Makanan hanya dicerna melalui proses pencernaan intraseluler. Pencernaan ini terjadi dalam tingkat sel. 

  • Proses pencernaan makanan diawali dengan masuknya air melalui ostium (pori-pori) tubuh porifera. Air yang masuk kedalam tubuh mengandung  fitoplankton dan zooplankton yang menjadi sumber makanan bagi porifera. 
  • Makanan tersebut disaring oleh sel koanosit pada lapisan endodermis porifera. Setelah itu makanan didistribusikan ke seluruh tubuh porifera oleh sel amebosit.
  • Sistem ekskresi pada porifera masih amat sederhana. Zat sisa metabolisme dalam tubuh dikeluarkan secara difusi melalui lapisan epidermis. 
  • Porifera juga mempunyai saluran dalam rongga tubuh yang berfungsi sebagai saluran masuk dan keluar dan membantu proses ekskresi. 

Bentuk Rongga Tubuh Porifera

Porifera mempunyai bentuk rongga tubuh yang berbeda-beda. Berdasarkan bentuk saluran atau rongga tubuh pada porifera, dapat dibedakan menjadi tiga jenis:

1. Tipe ascon

Tipe-Ascon

Tipe ascon merupakan tipe saluran yang paling sederhana pada porifera. Air dari luar tubuh dapat masuk melalui ostium lalu menuju spongocoel. Lalu air akan langsung dikeluarkan dari tubuh melalui oskulum.

2. Tipe sycon

Tipe-Syncon

Tipe sycon mempunyai dua saluran yaitu inkruen dan radial. Saluran radial yang berperan sebagai tempat awal masuknya air. Kemudian ada pula air yang masuk dari inkruen menuju radial. Setelah itu air yang berada di radial akan masuk ke spongocoel dan keluar melalui oskulum.

3. Tipe leucon

Tipe-Leucon

Tipe leucon merupakan tipe saluran paling kompleks pada porifera. Air akan masuk menuju rongga-rongga bulat yang berhubungan. Rongga tersebut dibatasi oleh sel-sel koanosit. Kemudian air masuk menuju spongocoel dan dikeluarkan melalui oskulum.

Sistem Saraf Porifera

Sistem-Saraf-Porifera

Dalam porifera belum terbentuk sistem saraf. Namun, setiap sel penyusun tubuh porifera mampu memberikan respons terhadap stimulus. Hanya saja stimulus tersebut tidak dikoordinasikan antar sel tubuh porifera. Rangsangan tersebut hanya dapat diteruskan antar sel tubuh dalam reaksi yang lambat.

Cara Reproduksi Porifera

Cara-Reproduksi-Porifera
  • Sistem reproduksi dilakukan melalui pembentukan tunas (budding). Pembentukan tunas ini diawali dengan dibentuknya tunas internal. Tunas ini terbentuk dari cadangan makanan yang dikelilingi sel amebosit.¬†¬†Kemudian lapisan luar terbentuk dan muncul spikula.
  • Tunas yang telah dihasilkan oleh induk porifera akan hidup sebagai individu baru. Tunas baru porifera ini akan hidup sendiri di tempat yang berbeda dengan induknya atau bisa juga tetap menempel pada induknya. Hewan porifera ini termasuk dalam hewan yang memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi.
  • Sedangkan reproduksi pada porifera dilakukan melalui fertilisasi antara sel telur dan sel sperma. Hasil fertilisasi tersebut akan menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi larva berflagela. Larva tersebut akan berenang menggunakan flagela untuk keluar melalui oskulum. Kemudian larva itu akan mencari tempat tumbuh baru.

Demikian pembahasan mengenai struktur tubuh porifera. Seperti bayangan pada benak kebanyakan orang, porifera memang layak disebut hewan berpori. Sehingga bisa dikatakan porifera telah populer dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan dari struktur tubuh porifera tersebut kini banyak dimanfaatkan oleh manusia. Sudah paham kan mengenai penjelasan di atas?

Artikel Lainnya :