Zaman Perundagian

Tahukah Anda? Teknik mengolah logam sudah ada semenjak zaman prasejarah, khususnya zaman perundagian. Anda mungkin pernah mendengar teknik bivalve dan a cire perdue, teknik ini mengambil peran penting untuk menghasilkan berbagai artefak.

Hasil budaya masa perundagian beberapa masih digunakan baik berupa benda maupun konsepnya. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

Pengertian Zaman Perundagian

Pengertian-Zaman-Perundagian

Zaman perundagian merupakan saat zaman ketika manusia purba di Indonesia telah mengenal material logam  sebagai alat bantu.  

Perundagian sendiri berasal dari kata “undagi” yang berarti “tukang”.

Dengan kata lain, pada masa ini sudah banyak seseorang yang memiliki keterampilan.  Zaman ini berada di antara neolithikum dan zaman logam, atau sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Di masa ini, manusia purba banyak yang sudah terampil dalam mengolah logam dan seluk beluknya. Meski masih dalam teknik yang relatif sederhana. Masyarakat pada masa ini telah berbaur atau multi ras.

Ras manusia purba berbaur dengan ras Austromelanesia dan Mongoloid. Masing-masing ras telah membaur satu sama lain dalam berkehidupan sosial.

Membaurnya ras-ras tersebut berdampak pada teknologi yang digunakan semakin berkembang. Teknologi logam di nusantara sendiri dipengaruhi dari budaya Vietnam. Teknologi logam ini dikenal dengan sebutan Dong Son. Selain Vietnam, Thailand juga dikenal sebagai negara cikal bakal teknologi logam kuno.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa masa perundagian merupakan zaman dimana manusia sudah terampil menciptakan dan menggunakan logam sebagai alat bantu dalam kehidupan.

Ciri-ciri/Karakter Zaman Perundagian

Karakteristik-Zaman-Perundagian

Masa perundagian merupakan masa yang dekat dengan zaman logam. Oleh karena itu, masa ini memiliki ciri khasnya tersendiri, yaitu sebagai berikut :

  • Terdapat kelompok tukang yang bekerja
  • Status anggota kelompok yang dipengaruhi kekayaan
  • Terciptanya alat pengolah logam yang digunakan untuk berbagai tujuan. Misalnya sebagai senjata, alat-alat upacara, peralatan kerja, dan lain-lain.
  • Sudah mengenal perhiasan emas
  • Penyembahan roh nenek moyang dengan batu besar
  • Masyarakat berkepercayaan Animisme dan Dinamisme

Artefak Peninggalan Zaman Perundagian

Masyarakat di masa perundagian sudah mengenal pengolahan logam. Maka tak heran, cukup banyak artefak atau benda peninggalan prasejarah pada saat itu. 

1. Bejana 

Bejana

Bejana purba ini terbuat dari material perunggu dan bentuknya mirip gitar Spanyol. Benda ini memiliki bentuk yang unik dengan pola hias berupa anyaman dan huruf berbentuk L. Artefak ini banyak ditemukan di beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Madura.

2. Nekara

Nekara pada masa perundagian terbuat dari bahan perunggu. Benda memiliki pinggang pada bagian tengah dan sisi yang tertutup. Selain itu, nekara ini juga memiliki motif hias yang cukup bervariasi.

Nekara

3. Kapak Corong

Kapak-Corong

Sesuai dengan namanya, kapak ini berbentuk corong dan terdapat sembir belah. Kapak yang terbuat dari logam ini memiliki tangkai kayu yang menyiku pada bagian corongnya. Sekilas kapak ini memiliki bentuk seperti sepatu sehingga disebut juga kapak sepatu.

4. Perhiasan

Perhiasan

Pada masa ini, masyarakatnya sudah mengenal perhiasan untuk digunakan. Jenisnya sama seperti perhiasan pada umumnya di masa sekarang. Misalnya berupa kalung, cincin, gelang, bandul kalung, dan  lain-lain.

Selain itu, benda perhiasan ini memiliki pola hiasnya tersendiri. Daerah yang banyak ditemukan perhiasan masa perundagian adalah di Bogor, Malang, dan Bali.

5. Arca perunggu

Arca-Perunggu

Masyarakat pada masa perundagian sudah mengenal kepercayaan. Oleh karena itu, dapat ditemui arca dan juga patung berbentuk manusia ataupun hewan berbahan logam.

Arca perunggu ini dibuat dengan beragam bentuk. Misalnya bentuk arca memanah, naik kuda, berdiri dan sedang menari. 

Sedangkan arca hewan yang dibuat misalnya kerbau yang sedang berbaring, kuda dengan pelana, dan kuda yang berdiri. Benda ini banyak ditemukan di Riau, Lumajang, Palembang, dan Bogor.

Kepercayaan yang Dianut Pada Masa Perundagian

Kepercayaan-yang-Dianut-Pada-Masa-Perundagian

1. Animisme

Animisme merupakan kepercayaan terhadap sebuah benda yang kekuatan ghaib di dalamnya. Selain itu, benda tersebut juga dipercaya di semayami makhluk halus.

Masyarakat pada masa itu percaya benda ini akan membantu pemiliknya ketika dalam keadaan mendesak.

Roh-roh ghaib yang dianggap sakti dan berilmu akan sangat dijunjung tinggi. Mereka akan dihormati oleh penganut kepercayaan ini.

2. Dinamisme

Aliran Dinamisme mempercayai bahwa arwah yang telah tiada akan hidup kembali di tempat yang berbeda. Hal-hal mistis banyak dipercayai para orang tua pada benda-benda tertentu.

Misalnya kekuatan pada belati, batu akik, panah, dan lain-lain. Penganut Dinamisme didorong untuk mendapatkan kekuatan melebihi alam dan makhluk halus serta kekuatan tunggal.

Corak Kehidupan Masyarakat Masa Perundagian

Corak-Kehidupan-Masyarakat-Masa-Perundagian

1. Bidang Sosial dan Budaya

  • Memiliki jiwa seni yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan diciptakannya berbagai hasil budaya berupa arca.
  • Ditemukannya peralatan dan perkakas dari logam yang membantu masyarakat beraktivitas sehari-hari.
  • Ditemukannya beberapa benda logam yang lebih keras, yaitu berupa alat dari tembaga dan timah.
  • Sudah mengenal teknik melebur pada titik lebur tinggi logam.
  • Terdapat peninggalan berupa gerabah yang bentuknya beragam. Gerabah merupakan alat zaman dahulu yang masih dipergunakan hingga sekarang.
  • Sudah mengenal upacara sebagai bagian dari peradaban.
  • Keterampilan masyarakat dalam mengolah logam terasah dengan adanya benda seni dan pertunjukkan.
  • Teknik mencampur berbagai jenis logam berkembang pesat.
  • Ditemukannya besi yang menyempurnakan hasil kebudayaan masa perundagian. Hal ini karena material besi sifatnya kuat dan keras. 

2. Bidang Ekonomi 

  • Bentuk hunian lebih tertata rapi, diantaranya sudah dilengkapi pagar.
  • Beberapa rumah sudah bertingkat dan bukan lagi nomaden berbentuk gua.
  • Majunya berbagai kegiatan ekonomi. Misalnya perikanan, gerabah, kerajinan, pertanian, dan mulai mengenal kegiatan perdagangan.
  • Adanya kelompok ahli yang bisa mengerjakan pekerjaan khusus. Misalnya ahli pertanian, ahli gerabah, dan lain-lain.
  • Terdapat sistem pembagian tugas mengerjakan peralatan logam.
  • Sudah mengenal norma dan peraturan untuk tatanan kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.
  • Ketertarikan terhadap persawahan meningkat. Sedangkan kegiatan berburu yang bergantung pada alam mulai ditinggalkan.
  • Kegiatan bersawah semakin maju. Hal ini ditandai dengan persawahan modern yang subur dan ditemukannya alat bajak.

Teknik Membuat Peralatan di Zaman Perundagian

Terdapat dua teknik utama yang dilakukan masyarakat perundagian dalam membuat berbagai macam peralatan, yaitu sebagai berikut.

1. Teknik Bivalve (Setangkap)

Teknik-Bivalve-Setangkap

Teknik ini menggunakan dua buah cetakan yang dirapatkan. Di bagian atasnya terdapat lubang dimana cairan logam panas akan ditumpahkan.

Apabila cairan perunggu sudah dingin, cetakan bisa dilepaskan saat itu juga. Pada teknik ini digunakan media tanah liat untuk membuat pola berongga.

2. Teknik A Cire Perdue (Cetakan Licin)

Teknik-A-Cire-Perdue-Cetakan-Licin

Teknik ini dibuat dengan mengisi lilin dengan tanah liat. Perunggu cair dimasukkan ke dalam lubang yang terdapat lilin yang meleleh. Cetakan baru bisa dipecahkan ketika perunggu cair sudah dingin.

Berikut tabel perbedaan antara dua teknik masa perundagian :

BivalveA Cire Perdue
Cetakan bisa digunakan berulang kaliCetakan hanya bisa dipakai sekali
Hasilnya lebih awetHasilnya lebih mudah rapuh
Model terbuat dari bahan tanah liatModel terbuat dari lilin
Model cetak setangkupModel cetakan manual
Digunakan untuk semua jenis logamDigunakan hanya untuk logam perunggu

Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa masa perundagian memang memiliki saat dimana masyarakat menghasilkan banyak artefak logam. Pada masa ini, proses mengolah logam sedang berkembang pesat.

Masa ini juga dekat dengan masa logam dan neolitikum. Tak heran, jika masa perundagian merupakan salah satu masa yang penting dalam prasejarah. Semoga artikel ini bermanfaat!

Artikel Lainnya :